Terlambat

Namaku adalah Dio Saputro. Seorang pengusaha kuliner yang sedang jatuh cinta kepada sahabat ku Susanti. Kami bersahabat sejak masih duduk di bangku SD, dan menaruh hati kepadanya sejak kami duduk di bangku SMA.

Hari ini Susanti memintaku bertemu denganya di cafe tempat kami berbagi cerita. Hari ini dia tampak sangat bahagia.
'Susanti hari ini kamu terlihat sangat bahagia ada kejadian apa hari ini?' Tanya ku
'Gimana aku gak bahagia Dio bulan depan aku akan menikah dengan Doni, nanti kamu datang ya!' Jawabnya dengan wajah yang bahagia.
'Tentu saja, aku akan datang' jawabku, dan tanpa sadar air mata ku menetes
'Loh kamu kenapa Dio kok nangis?' Tanya Susanti
'Hahahaha ini namanya air mata kebahagiaan! Aku bahagia karena sahabat ku akan menihak sebentar lagi'. Jawabku.

Sebenarnya saat ku mendengar kabar ini, aku bahagia karena sahabatku akan menikah namun di sisi lain aku merasa sedih karena wanita yang ku cinta akan menikah.

Hari pernikahan Susanti dan Doni pun tiba. Aku pun datang dan menyaksikan ijab kabul sahabat ku sekaligus wanita yang ku cinta, menjadi istri pria lain. Setelah acara selesai aku meminta waktu kepada Doni agar aku dapat berbincang berdua dengan Susanti yang telah menjadi istrinya, Doni pun memperbolehkan ku.
'Selamat ya Susanti kini kamu sudah menikah' ucap ku memberi selamat kepada susanti
'Hahahaha sama-sama Dio, makasih loh kamu udah datang ke pernikahan ku' jawabnya
'Mmm.. Susanti aku mau mengungkapkan sesuatu ke kamu' ucap ku
'Ya ungkapin aja, emang ada apa sih?' Tanyanya dengan rasa penasaran
'Aku sebenarnya suka kamu sejak kita di SMA tapi, aku gk bisa mengungkapak perasaan ku saat itu. Kini aku ungkapkan perasaan ku ke kamu yang sudah menjadi istri orang aku tak mengharapkan balasan cinta mu, aku hanya ingin mengungkapak perasaan yang terpendam di hati ku selama ini. Semoga kamu bahagia dan menjadi istri yang baik' ucap ku.

Setelah mengungkapkan perasaan ku ke Susanti, dia terlihat kaget saat mendengarnya dan bilang kalau sebenarnya dia suka pada ku saat di SMA namun kini nasi sudah menjadi bubur. Kami saling menyimpan rasa namun tak saling mengungkapak nya, sampai dia menempatkan hatinya ke pria lain.

Aku pun kembali ke rumah, dan terus berkata ke diri ku sendiri
andai saja aku mengungkapkan perasaan ku ke Susanti mungkin aku yang akan menjadi suami nya namun apa daya kini sudah terlambat dia sudah menikah dan bahagia.

SELESAI

Cerpen Karangan:Raka Maulana N.H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTAK KRIMINAL "THE JUDGE"

Dua Sahabat